Belajar kepada Google walaupun terkesan keren, sebenarnya isi dunia maya kebanyakan berisi sampah tidak berguna. Mengapa demikian?

Radar Nusantara

Belajar kepada Google walaupun terkesan keren, sebenarnya isi dunia maya kebanyakan berisi sampah tidak berguna. Mengapa demikian?

Karena siapa saja boleh menuliskan apa saja yang dia mau, tanpa ada batas hukum kecuali amat sedikit. Orang bisa mengupload hal-hal terkait dengan kebencian, sadisme, pornografi, SARA bahkan menawarkan perjudian dan prostitusi.

BACA JUGA : Apa Itu Kma Kmastore.id dan Pungsinya

Di dunia maya, siapa saja merasa berhak untuk mencaci maki siapapun, baik orang itu dikenalnya atau tidak dikenalnya. Bahkan secara bebas bisa memaki-maki pemerintah dan kepala negara tanpa risi dan risau. Padahal di alam nyata, tidak ada orang yang punya nyali untuk mencaci maki kepala negara secara terang-terangan di depan istana, apalagi kalau hanya sendirian.

Belajar agama Islam seharusnya lewat para guru agama, yang kapasitas dan otoritas keilmuannya diakui. Dalam dunia nyata, mustahil orang yang baru masuk Islam kemarin sore tiba-tiba di pagi hari sudah jadi ulama besar, yang berani menghalalkan ini dan mengharamkan itu.

BACA JUGA : Cara Membuat Akun di Kma

Tetapi di dunia maya, orang yang bahkan tidak pernah belajar ilmu syariah dengan benar. cuma baca-baca buku terjemahan, atau download-download tulisan entah siapa, tiba-tiba menampakkan diri menjadi mufti agung, yang fatwanya ma’shum tidak pernah salah. Dan sayangnya, sosok-sosok semacam ini jumlahnya di Google cukup banyak, bahkan sebenarnya justru mendominasi semua dunia maya.