Foto langka Bung Karno dan ibunya Ida Ayu Sarimben di teras rumah

Radar Nusantara

Sang proklamatorlah yang menambahkan gelar Ida Ayu, titel bagi wanita brahmana Bali, di depan nama ibunya yang terlahir sebagai Nyoman Srimben karena bagi beliau ibunya adalah seorang yang terhormat dan sama stratanya dengan kelas brahmana dalam sistem sosial Bali masa itu.

Nama asli sang bu adalah Nyoman Srimben dari klan Pasek dan bukan dari klan brahmana. Srimben bermakna limpahan rejeki dari Dewi Sri.

BACA JUGA : Optimisme Pelaku Ekonomi Kreatif untuk Bangkit dari Pandemi

Ibu Soekarno muda adalah seorang penari dan sering menari di pura. Ayah Soekarno, Raden Soekemi Sosrohardjo, kerap beristirahat di depan pura yang sejuk sepulang mengajar di Sekolah Rakyat Gubernemen di Singaraja-Bali.Suatu hari ia melihat paras cantik Pasek Nyoman Srimben dan jadi lebih sering beristirahat di depan pura.

Akhirnya sang guru menyapanya suatu hari dan mereka kemudian berkenalan. Cinta tumbuh di hati keduanya perlahan-lahan.

BACA JUGA : PERUBAHAN

Dalam upaya kawin lari karena hubungan mereka tak direstui oleh orang tua sang gadis, pasangan muda yang dimabuk cinta terkejar oleh warga. Polisi kolonial menengahi dan Raden Soekemi diharuskan membayar denda adat untuk bisa membawa pergi calon istrinya. Di luar dugaan, Nyoman Srimben merelakan semua perhiasannya untuk membayar denda itu Mereka berdua kemudian menikah di Jawa dan putra kedua mereka, Soekarno,lahir saat fajar pada 6 Juni 1901.

BACA JUGA : JAGA DIRI agar IMUNITAS tubuh kita TINGGI

[metaslider id=1886 cssclass=””]