HUBBUL WATHON MINAL IMAN. NU DAN ISLAM NUSANTARA.

Radar Nusantara

Doktrin2 yg gencar digaungkan dari Islam garis keras seperti Wahabi Salafi dan sejenisnya bahwa budaya dan adat istiadat daerah yg ada dinegara kita Indonesia adalah : Bid’ah, syirik, musyrik, haram, khurafat, takhyul dan semua budaya adat istiadat tsb harus dimusnahkan, jika tidak maka akan masuk neraka. Mereka juga berteriak2 hijrah, mereka mengajak hijrah dari terbuka menuju tertutup, baik itu pakaian maupun pikiran. Doktrin2 yg tidak mampu membedakan antara agama dan budaya berkeliaran, mencari mangsa atau sekedar hinggap dikepala orang2 yg belum cukup paham agama. Padahal budaya bukanlah agama tetapi banyak yg kesulitan membedakan antara agama dan budaya, kekacauan dlm berfikir dan memahami islam dan pada akhirnya yg terjadi adalah anggapan bahwa budaya Arab adalah ajaran islam dan hal inilah yg kemudian mengikis kebudayaan Nusantara.

BACA UGA : JAGA DIRI agar IMUNITAS tubuh kita TINGGI

  • KH. Mustofa Bisri ttg istilah Islam Nusantara, menurutnya kata Nusantara itu akan salah maksud jika dipahami dlm struktur Na’at-Man’ut ( Penyifatan ) sehingga berarti
    ” Islam yg dinusantarakan “. Akan tetapi akan benar bila diletakan dlm struktur Idhafah
    ( Penunjukan tempat ) sehingga berarti
    ” Islam di Nusantara “.
    Islam di Nusantara dgn budaya lokal.
  • KH.Said Aqil Siradj berkata : ” Islam Nusantara bukan mazhab, bukan aliran, tapi Tipologi, Mumayyizaat, khasais, Islam yg santun, berbudaya, ramah, toleran, berakhlak dan berperadaban, inilah Islam Nusantara “.
    Adapun NU dgn istilah Islam Nusantara bahwa NU sesungguhnya sedang memperkenalkan bahwa agama itu tidak bisa lepas dari unsur tradisi dan budaya, bahwa Islam yg hadir di Nusantara tidak pernah mempertentangkan antara agama dan tradisi atau budaya masyarakat setempat.

Bagi kelompok2 pembenci NU, Islam Nusantara yg digaungkan NU hendak mereka upayakan menjadi konfilk horizontal, mereka menyerang NU bahwa Islam Nusantara itu sesat tidak ada dlm islam, padahal yg mempunyai istilah dlm islam itu bukan hanya NU sendirian, ada juga seperti :

  • Muhammadiyah punya istilah “Islam berkemajuan “.
  • PKS punya istilah ” Islam Terpadu “.
  • Ikhwanul Muslim punya istilah ” Islam Kaffah “.
  • Malaysia punya istilah ” Hadhori “.

Lalu pertanyaannya kenapa hanya NU yg dibenci dan diserang ?

Karena NU adalah ormas agama terbesar yg dari dulu sampai sekarang tetap sangat teguh mempertahankan dasar negara Indonesia
” Pancasila “. NU dgn sangat tegas menentang dan melawan HTI dan yg lainnya yg hendak mengganti dasar negara Indonesia Pancasila dgn Khilafah, maka semua ormas radikal ini sgt membenci NU. Jika NU bisa mereka hancurkan maka mereka lebih mudah menyebarkan paham radikal di Indonesia, tetapi dari dulu sampai sekarang mereka tidak pernah berhasil, NU tetap kokoh berada digaris depan bersama TNI dan Polri.

BACA JUGA : Kemajuan Industri 4.0 Akan Dorong Indonesia Menuju Sepuluh Besar Kekuatan Ekonomi Global

Kita tetap pertahankan jati diri bangsa Indonesia.
Kita tetap pertahankan budaya Nusantara.

” Budaya Indonesia lebih mulia dari budaya bangsa Arab “.
( KH.Said Aqil Siradj ).

SALAM DAMAI.
Asrof h.

Harry Hasibuan

Sumber : https;//m,facebook,com/story,php?story_fbid=409358193466981&id=100031784118906&sfnsn=mo