Nadiem Makarim Dibenturkan dengan NU. Eko Kuntadhi: Dia Ditarget untuk Dilengserkan

Radar Nusantara

Pegiat media sosial Eko Kunthadi menyebut saat ini Mendikbud Nadiem Makarim tengah diserang kadrun dan dibenturkan dengan Nahdlatul Ulama (NU).

“Nadiem diserang Kadrun. Dibenturkannya dengan NU. Pasalnya, hanya draft buku yang belum selesai. Tapi dijadikan rujukan. Bahkan buku itu belum pernah diterbitkan. Wajar sih. Kursi Mendikbud memang empuk. Budgetnya besar. Untung PBNU gak kepancing adudomba norak ini.

BERITA LAINNYA

BACA JUGA : Optimisme Pelaku Ekonomi Kreatif untuk Bangkit dari Pandemi

Terlalu Banyak Error, Pengamat Sebut Nadiem Ahli IT Bukan PendidikanAnies Mampu Pengaruhi Sekjen PBB dalam 2 Menit, Refly Harun: Memang Punya Aura Leadership TinggiJozeph Paul: Indonesia Ini Pancasila atau Khilafah? Kenapa UAS, Yahya Waloni, Tengku Zul Gak Ditangkap?
Sebelum dibenturkan dengan NU, lanjut Eko, Nadiem diserang soal mata pelajaran Pancasila dan Bahasa Indonesia.

“Karena di PP tidak disebutkan dengan tegas. Padahal UU Pendidikan jelas-jelas menerangkan itu pelajaran wajib,” paparnya.

Eko Kunthadi menyebut mereka manarget kursi Mendikbud.

“Agar bisa menernak anak-anak kita jadi Kadrun. Selain budget Depdikbud yang gede banget. Posisi Mendikbud juga strategis buat menebar racun radikalisme di sekolah dan kampus. Nadiem berusaha melawannya. Kini dia ditarget untuk dilengserkan. Caranya dengan membenturkan dengan NU.

BACA JUGA : JAGA DIRI agar IMUNITAS tubuh kita TINGGI

“Usaha pendongkelan Nadiem dilakukan dari dua arah. Dari dalam dan dari luar. Draft buku yang ditulis 2017, tidak diterbitkan. Kini dijadikan masalah. 2017 Mendikbud bukan Nadiem,” ujarnya menegaskan.

Bocornya draft itu, sambungnya, menunjukan konspirasi di dalam.

“Sementara orang sprti HNW berteriak dari luar. Ini bukti kipasan Kadrun yang menarget Nadiem. Sebab Depdikbud sekarang berusaha keras menjadikan sekolah kita bukan jadi peternakan kadal. Tapi jadi lembaga pendidikan yang baik. Kita butuh generasi yg bisa bersaing. Bukan generasi yang pandai mengkafirkan orang,” ujarnya sembari mengunggah cuitan @ustadtengkuzul.

BACA JUGA : Kemajuan Industri 4.0 Akan Dorong Indonesia Menuju Sepuluh Besar Kekuatan Ekonomi Global