PEMERINTAH TIDAK GAGAL DAN TIDAK LEMAH

Radar Nusantara

Oleh : Mahfud MD

Radar Nusantara – Para pembuat hoax membuat dan menulis macam-macam hoax yang tidak saya nyatakan di dalam program “Adu Perspektif” yang ditayangkan detik tv akhir pekan lalu. Saya hanya berbicara tentang tantangan setelah Pemilu 2024. Yaitu masalah polarisasi ideologi, korupsi, dan penegakan hukum, sehingga tahun 2024 harus dipilih pemimpin yang strong leader, yang bisa menyatukan.

Tapi para penyebar hoax ada yang sengaja menulis ngaco seperti ini:
Menko Polhukam Akui Pemerintah Gagal, Mahfud MD Bilang Jokowi Lemah, Menko Polhukam Menyerah soal Korupsi, Menko Polhukam Nyatakan Jokowi Harus Diganti, Menko Polhukam Serang Istana, dan lain-lain. Padahal itu semua tak ada dalam omongan saya baik secara eksplisit maupun implisit.

Para pembuat dan penyebar hoax itu, kalau menurut istilah agama, adalah pemakan bangkai. Yang dijadikan berita hoax itu lengkapnya ada di Program Adu Perspektif di detik.com tv yg ditayangkan utuh sejak akhir pekan lalu. Ini isinya yang benar:

BACA JUGA : Menkopolhukam Mahfud MD: Justru Untuk Melindungi Rakyat

Saya bilang, tahun 2024 kita harus memilih pemimpin baru karena sudah dipastikan Pemilu tidak ditunda, Presiden Jokowi habis masa jabatannya, dan tidak ada perpanjangan masa jabatan. Kita harus mencari pemimpin yang kuat, bukan karena pemerintahan Presiden Jokowi lemah atau gagal, tetapi karena memang ada agenda konstitusional yakni Pemilu untuk memilih Presiden, dan Pak Jokowi tidak ikut kontes lagi.

Dua masalah yang kita hadapi ke depan adalah polarisasi (sub) ideologi dan merajalelanya korupsi dan lemahnya penegakan hukum. Ingat, dua masalah tersebut sudah terwariskan dari Presiden ke Presiden sehingga tak bisa dikatakan hanya terjadi sekarang, untuk kemudian menuding bahwa Pemerintah sekarang gagal. Itu ngaco. Kalau itu dalilnya, logikanya maka semua Presiden gagal karena tak pernah ada yang bisa mengatasi dua hal itu. Mari dirunut.