Pertanian Organik Untuk Pertanian Berkelanjutan

Radar Nusantara

Banyak peristiwa yang meninmpa petani yang terjerat urang kepada rentenir atau Bank disebabkan biaya produksi pertanian tinggi karena tidak diimbangi dengan pendapatan yang tinggi pula. Harga benih, pupuk, alat pertanian dan pestisida mahal menyebabkan petani harus berhutang tetapi harga hasil panen jauh dari harapan.

Padi sawah
Padi

Ketika petani berhutang ke Bank atau rentenir lalu tidak mampu membayarnya maka petani menjual tanah untuk membayar hutang. Peristiwa ini menyebabkan jumlah petani yang tidak bertanah makin hari semakin tinggi.

Baca Juga : Membangun Keyakinan Diri Menjadi Orang Sukses

Tahun demi tahun jumlah penduduk semakin bertambah cenderung tidak terkendali pertumbuhannya. Selain itu alih fungsi lahan produktif menjadi perumahan didaerah perkontaan semakin masif tidak terkendali.

Dalam sejarah Republik Indonesia juga dikenal dengan istilah revolusi hijau yang dijalankan pada masa pemerintahan orde baru. Revolusi Hijau memandang pertanian bukan lagi kegiatan memelihara alam untuk penyediaan pangan bagi manusia tetapi berubah orientasinya menjadi kegiatan penyediaan produksi komoditas untuk mengasilkan laba yang sebesar-besarnya.

Perbedaan paradigma itulah yang mengakibatkan perubahan cara pandang pertanian sebagai kebudayaan (agriculture) yaitu orang bekerja membangun eksistensi hidup dengan melakukan kerja tani. Sementara paradigma petani saat ini yaitu menjadikan pertanian sebagai usaha dagang tani (agribusines) dimana orang mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan bertani.

Selain itu dampak krisis ekonomi global yang melanda dunia yang berdampak pada mahalnya harga sarana produksi pertanian. Karena posisi petani yang sudah sangat tinggi tingkat ketergantunganya terhadap bahan kimia untuk produksi taninya harga saprodi mahalpun tetap dibeli. Padalah penggunaan bahan kimi pada produksi pertanian menurunkan tingkat kesuburan tanah.

Pertanian Organik Sebagai Sebuah Solusi

Untuk menjadi bangsa pemenang ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi salah satunya yaitu berdaulat dalam aspek pangan. Untuk mewujudkan kedaulatan pangan perlu beberapa hal untuk dipenuhi antara lain: reforma agraria, penguatan organisasi petani; pertanian ramah lingkungan (organik), tata niaga pertanian dan mendorong konsumsi pangan lokal.

Pertanian organik bertujuan melawan kebudayaan atas mekanisme kontrol hegemoni global dan korporasi pangan dan pertanian yang meminggirkan kaum tani. Pertanian organik tujuan utamanya adalah mewujudkan peningkatan kesehatan produsen-konsumen serta menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini karena pertanian organik bertumpu pada keadaan lingkungan sekitarnya tanpa intervensi dari luar (pupuk dan pestisida).

Baca juga : Memahami Peta Kuangan Orang Kaya

Pertanian organik juga dapat dimaknai sebagai suatu sistem pertanian yang holistik atau terpadu sehingga menghasilkan kesehatan produsen dan konsumen serta produktifitas agroekosistem secara alami. Diharapkan pertanin dengan sistem organik mengasilkan pangan dengan kualitas tinggi dan mampu selaras berdampingan dengan alam. Konsep pertanian organik dapat dilihat dari ciri-ciri antara lain menghindari benih hasil rekayasa genetik, mmenghindari pestisida kimia, dan menghidari zat aditif untuk pakan ternak.

Pemahaman ini menyeluruh tentang pertanian organik ini diharapkan mampu dipahami oleh banyak petani agar lebih banyak petani yang mau bergerak menjadi petani pelopor pertanian organik kedepannya. Petani juga diharapkan mampu memahami bagaimana ekosistem alamibisa dilestrikan dengan menjaga dan meningkatkan kulitas dan kuantitas produk pertanian.

Untuk mendapat lebih banyak informasi tentang pertanian bisa kunjungi laman www.pertanian.go.id