RATUSAN SISWA TITIPAN KORBANKAN RAKYAT WONG CILIK

Radar Nusantara


Orang orang tua siswa korban penerimaan murid sekolah Tahun Ajaran 2021/2022 pada sekolah sekolah di wilayah hukum Kota Depok khusus Sekolah sekolah SMA dan SMK DLL  mengadu kepada Ridwan Kamil Gubernur Propinsi Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat Sukur H Nababan Anggota DPRRI Dapil Depok Bekasi, Waras Warsito Anggota DPRD Fraksi PDIP Jabar , dan Saor Siagian SH M Hum Pengacara KPK.


Selain melapor kepada pejabat dan pengacara dll yang didampingi para aktipis  itu mengadakan gerakan pembasmian pejabat korup .Walau pada masa PKPM Darurat pemerintah pusat dan daerah melarang kegiatan wsrga warga mengadakan kegiatan, namun orang tua siswa siswi bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kota Depok Selasa ( 27/7) adakan demo secara terbatas  dengan penerapan prokes memasang sepanduk di sejumlah titik dalam pagar sekolah sekolah terutama pada SMA 1 dan SMK Negeri 2 Kota. Sekolah sekolah pavorit Kota Depok.

BACA JUGA : Optimisme Pelaku Ekonomi Kreatif untuk Bangkit dari Pandemi


Mereka memprotes panpel panpel sekolah sekolah SMA dan SMK di kota Depok yang kerjanya tak becus amburadul, terbukti melakukan perbuatan melawan hukum melanggaran  penerimaan siswa jalur; anfirmasi, prestasi, khusus zona sesuai peraturan perundangan.


 Wong cilik rakyat miskin wong cilik korban oknum oknum calo calo pejabat, parlemen , orang kaya Kota Depok itu  diperkirakan ratusan orang. “Siswa siswa titipan merugikan rakyat.” Ujar Robinson Togap Siagian salah elit pers nasional yang berkantor di Gedung Dewan Pers Lt 3 Kantor Kowari.


Derry Fandia orang tua Ridho geram melihat perilaku panitia pelaksana( panpel)  yang teganya mengorbankan putranya dalam jalur zona. Secara peraturan zona putranya wajib diterima di SMA Negeri 1, karena jaraknya hanya 50 M2. Karena lokasinya berseberangan dengan SMA Negeri 1,tegasnya

BACA jUGA : Kemajuan Industri 4.0 Akan Dorong Indonesia Menuju Sepuluh Besar Kekuatan Ekonomi Global


Demikian pula Reinard Sixmen Sihombing yang dalam kondisi lumpuh pengangguran masa Covid 19 sedih menjerit mengapa putrinya Clara Oktavia tidak diterima di SMA Negeri 1Padahal secara hukum zona penerimaan murid harus diterima karena tempat tinggalnya berada di belakang sekolah SMA Negeri 1 berseberang situs Kel Lio.


Juga Sumiyatun orangtua siswa Khalifah Akbar Pahlevi calon siswa SMK Negdri 2 Sawangan Kota Depok prihatin anaknya tersingkir pada putaran pertama amfirmasi.Putranya memenuhi syarat lengkap memiki Kartu Indonesia Sejahtetah ( KIS/BPJS) tiada alasan menolaknya.Mengapa anakku tidak dipanggil sekolah, keluhnya.


Robinson Togap Siagian Ketua Umum Organisasi Bantuan Hukum ( OBH) Yay LBH Pers Indonesia menerima begitu banyaknya pengaduan dari rakyat dari pendampingan rakyat buta pendaftaran online dll.sungguh mengecap perilaku panpel penerimaan murid khususnya sekolah lanjutan atas.

BACA JUGA : JAGA DIRI agar IMUNITAS tubuh kita TINGGI


Jauh hari Robinson Togap Siagian Ketua Umum OBH Yay LBH Pers Indonesia sudah mengingatkan para pejabat adanya indikasi penyalagunaan kekuasaan dalam penerimaan murid tahun ajaran baru.


Dia  bertemu  dengan Made Supangat Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah II Bogor Depok sebanyak dua kali,  berjanji menampung persoalan persoalan siswa siswa titipan oknum oknum yang korban rakyat kecil .Rakyat kecil itu harus dilindungi negara.


Melalui stafnya dalam dialog melalui  telepon jarak jauh menyampaikan pesan Made S Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II yang berkedudukan di Ruko Nelenial Jln Pangeran Sugiri mengungkapkan daya tampung meledak di Jota Depok.Dia tidak tahu menahu begitu banyaknya siswa ilegal diterima pada sekolah sekolah pavorit di wilayah hukum Kota Depok.

BACA JUGA : PERUBAHAN


Sedangkan pemecahan persoalan siswa siswi korban amfirmasi, prestasi dan zona katanya akan dibawa kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat yang atas kewenangan Gubernur Propinsi Jawa Barat,khusus solusi pendaftaran ulang, atau menyalurkan siswa siswi yang berhak sesuai peraturan perundangan penerimaan murid.

BACA JUGA : Mengubah Cara Berfikir Menjadi Orang Kaya

[metaslider id=1886 cssclass=””]

Sumber : Yayasan LBH Pers Indonesia

( Berita Judul Kasus Titip Para Calo Calo disebarkan oleh Kantor Berita Medsos Online Koran Indonesia Raya – Kantor Berita Korando melalui surel emailnews [email protected] gmail.com kepada pers cetak umum, online dan medsos.www.kampusdigitalpancasila.com, epaper surat kabar korando.)

Radar Nusantara

Informasi cepat, Akurat, Situs jual beli

https://www.radarnusantara.id